
Mensyukuri Hujan – Ahir ahir ini sangat sering terjadi
hujan, bahkan hampir setiap hari, setelah sekian lama hujan tidak menyirami
tanah tanah gersang para petani, sampai sampai terdapat daerah yang kekeringan,
dan setelah sekian lama ahirnya musim hujan pun tiba, para petani senang karena
alam menyirami tanaman mereka agar tumbuh subur dan berbuah manis.
Banyak
orang yang meminta hujan saat musim kemarau terjadi, namun setelah musim hujan
datang banyak orang yang menghujat nya karena sering terjadinya banjir saat
musim hujan, mengganggu aktivitas mereka sehari hari karena terkendala genangan
air, hujan deras, angin kencang, atau karena banjir, kenapa mereka menghujat
Hujan? Kenapa mereka tidak menghujat manusia jika terjadi bencana seperti
banjir dan tanah longsor? Karena jika anda menghujat Hujan dan
mengakbinghitamkan Hujan sebagai akbiat dari banjir, tanah longsor dan bencana
lainnya maka anda sama saja menghujat Tuhan, pantaskan kita menghujat Tuhan? Mungkin
ini adalah sebuah pertanyaan retoris yang tak perlu anda jawab.
Hujan
adalah anugerah dan berkah yang diberikan Tuhan kepada kita, dan sudah
selayaknya kita mensyukurinya, namun justru sebaliknya, mari kita pikir lagi
kenapa bisa terjadi banjir dan tanah longsor dan bencana lainnya ketika musim
hujan, itu karena ulah manusia yang tak pedeli lagi dengan alam, mereka hanya
mementingkan kepentingan masing masing tanpa peduli dengan apa yang akan terjadi
dengan alam, padahal alam ini sudah sangat seimbang dan alam akan dengan
sendiri nya menyeimbangkan semseta jika terjadi hal hal yang di akibatkan oleh
manusia.
Hujan
bukanlah bencana, hujan adalah berkah, manusia lah yang menyebabkan terjadinya
bencana seolah olah menganggap bahwa yang menyebabkan banjir adalah karena
hujan, dan rasanya sedikit sekali manusia yang memekirkan hal ini, tanpa rasa
bersalah sedikit pun mereka berkata seenaknya.
Seharusnya
kita mensyukuri hujan yang diberikan Tuhan kepada kita, untuk kehidapan mahluknya
dimuka bumi bukan justru menghujatnya, salahkan diri kita sendiri dan laukan
perbaikan sikap terhadap alam, karena manusia harus bersahabat dengan alam, dan
ini berlaku hukum timbal balik akan selalu ada sebab di balik akibat, banjir
pun bukan karena Hujan tapi karena ulah manusia yang membuang sampah sembarangan,
menebang hutan, memunahkan binatang, merusak tanah resapan air dan lain
sebainya nya ahirnya alam memberikan hal yang sama kepada kita yaitu memberikan
yang dianggap manusia sebagi bencana padahal seperti yang sudah di sebutkan di
atas bahwa alam hanya berusaha menyeimbangkan semesta.
0 komentar:
Posting Komentar