Kamis, 12 Februari 2015

Mensyukuri Hujan



Mensyukuri Hujan – Ahir ahir ini sangat sering terjadi hujan, bahkan hampir setiap hari, setelah sekian lama hujan tidak menyirami tanah tanah gersang para petani, sampai sampai terdapat daerah yang kekeringan, dan setelah sekian lama ahirnya musim hujan pun tiba, para petani senang karena alam menyirami tanaman mereka agar tumbuh subur dan berbuah manis.

                Banyak orang yang meminta hujan saat musim kemarau terjadi, namun setelah musim hujan datang banyak orang yang menghujat nya karena sering terjadinya banjir saat musim hujan, mengganggu aktivitas mereka sehari hari karena terkendala genangan air, hujan deras, angin kencang, atau karena banjir, kenapa mereka menghujat Hujan? Kenapa mereka tidak menghujat manusia jika terjadi bencana seperti banjir dan tanah longsor? Karena jika anda menghujat Hujan dan mengakbinghitamkan Hujan sebagai akbiat dari banjir, tanah longsor dan bencana lainnya maka anda sama saja menghujat Tuhan, pantaskan kita menghujat Tuhan? Mungkin ini adalah sebuah pertanyaan retoris yang tak perlu anda jawab.

                Hujan adalah anugerah dan berkah yang diberikan Tuhan kepada kita, dan sudah selayaknya kita mensyukurinya, namun justru sebaliknya, mari kita pikir lagi kenapa bisa terjadi banjir dan tanah longsor dan bencana lainnya ketika musim hujan, itu karena ulah manusia yang tak pedeli lagi dengan alam, mereka hanya mementingkan kepentingan masing masing tanpa peduli dengan apa yang akan terjadi dengan alam, padahal alam ini sudah sangat seimbang dan alam akan dengan sendiri nya menyeimbangkan semseta jika terjadi hal hal yang di akibatkan oleh manusia.

                Hujan bukanlah bencana, hujan adalah berkah, manusia lah yang menyebabkan terjadinya bencana seolah olah menganggap bahwa yang menyebabkan banjir adalah karena hujan, dan rasanya sedikit sekali manusia yang memekirkan hal ini, tanpa rasa bersalah sedikit pun mereka berkata seenaknya.


                Seharusnya kita mensyukuri hujan yang diberikan Tuhan kepada kita, untuk kehidapan mahluknya dimuka bumi bukan justru menghujatnya, salahkan diri kita sendiri dan laukan perbaikan sikap terhadap alam, karena manusia harus bersahabat dengan alam, dan ini berlaku hukum timbal balik akan selalu ada sebab di balik akibat, banjir pun bukan karena Hujan tapi karena ulah manusia yang membuang sampah sembarangan, menebang hutan, memunahkan binatang, merusak tanah resapan air dan lain sebainya nya ahirnya alam memberikan hal yang sama kepada kita yaitu memberikan yang dianggap manusia sebagi bencana padahal seperti yang sudah di sebutkan di atas bahwa alam hanya berusaha menyeimbangkan semesta.



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Mensyukuri Hujan

0 komentar:

Posting Komentar